"KETIKA ANGIN BERDZIKIR"
(Silpana Fauziah)
Malam diselimuti kebisuan pekat
Bisik angin menggugah jiwa gundah
Mengusap mesra raga yang lelah
Netra hati seakan dibanjiri air bah
Catatan absen di setiap waktunya
Terpampang merah rambu kealfaan
Amat asing bagiku
Tuhan dan kekuasaan-Nya
nalarku tertutup kefasikan
Kubersimpuh menghadap-Mu
Saat tersentak dari gelimang dosa
Tak mampu kuberkata apa-apa
Dera,siksa,azab
Menanti saat tiba
membuat jiwa berdosa
Rapuh olehnya
Air mata yang berderai
Mengantar sesal di sesaknya dada
Membayang takut kemurkaan-Mu
Ampuni aku Tuhan
Duka dan nestapa telah berbalut di tubuhku
Aku menyesal
Duhai angin yang tengah berdzikir
sampaikan maafku pada Tuhan
Akan tumpukan dosa yang aku lakukan
Sedangkan diriku hanya hanba yang masih belia
Tuhan
Bukakan pintu menuju-Mu
Jauhkan kelak dari panas neraka-Mu
Rengkuh aku untuk menempati surga-Mu
Maret 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar