Sabtu, 14 November 2015

EDOGAWA BLOG'S

"KETIKA ANGIN BERDZIKIR"
(Silpana Fauziah)

Malam diselimuti kebisuan pekat
Bisik angin menggugah jiwa gundah
Mengusap mesra raga yang lelah

Netra hati seakan dibanjiri air bah
Catatan absen di setiap waktunya
Terpampang merah rambu kealfaan

Amat asing bagiku
Tuhan dan kekuasaan-Nya
nalarku tertutup kefasikan

Kubersimpuh menghadap-Mu
Saat tersentak dari gelimang dosa
Tak mampu kuberkata apa-apa
Dera,siksa,azab
Menanti saat tiba
membuat jiwa berdosa
Rapuh olehnya

Air mata yang berderai
Mengantar sesal di sesaknya dada
Membayang takut kemurkaan-Mu
Ampuni aku Tuhan
Duka dan nestapa telah berbalut di tubuhku
Aku menyesal

Duhai angin yang tengah berdzikir
sampaikan maafku pada Tuhan
Akan tumpukan dosa yang aku lakukan
Sedangkan diriku hanya hanba yang masih belia

Tuhan
Bukakan pintu menuju-Mu
Jauhkan kelak dari panas neraka-Mu
Rengkuh aku untuk menempati surga-Mu



Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar