Senin, 16 November 2015

EDOGAWA BLOG'S

"AIR MATA BUMI"
(Silpana Fauziah)

Bumiku cinta
Malang sungguh nasibmu
Memang sungguh biadab makhluk berhati itu
Hamburkan harta yang kau kandung dengan percuma

Bumiku cinta
Dimana pagar-pagarmu yang menjulang tinggi?
Dimana pula ilalang-ilalang
yang tumbuh subur di padang itu?
Mengapa kini hanya gedung megah
nan mencakar langit yang berpijak teguh pada tubuhmu?

Bumiku cinta
Jangan tangisi tragedi ini
Kau sudah cukup lelah
menampung seluruh makhluk tamak ini
Biarkan mereka sadar
Akan sihir yang selalu mereka mainkan
untuk menyakitimu dengan tangan-tangannya
Biarkan mereka dengar
Tangisan lirihmu

Bumiku cinta
Hentikan isakanmu
Yang membuat kami tergenangi
Bendung air matamu
Yang membuat kami terseret arusnya

Bumiku cinta
Jangan telan orang-orang berdosa itu
Biarkan saja mereka telan dirinya sendiri atas perbuatannya

Bumiku cinta
Mereka biadab
Jangan kau sesali
Tak semua berakhlak kotor seperti mereka
Tetap ada yang mencintaimu
Yang kelak akan mengusap linangan air matamu




April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar