PERMATA TERBALUT DUSTA
(Silpana Fauziah)
Suara bisik terdengar bergemersik
Dalam hening kebisuan wajah-wajah terpekik
Meneriak tak bersuara dari sudut ke sudut
Bercengkrama kecil dengan isyarat kening berkerut
Selayang pandang kuarahkan ke sudut kelas
Tatapan tajam bertameng wajah memelas
Merajuk sukmaku tuk perbuat tidak mereka
Esok yang ditunggu pun tiba
Sorak girang wajah mengiba
Miris melihat mereka berbangga-bangga
Dapati hasil digjaya buah ketidakjujuran
Sebuah angka fantastik buat mendelik mata ini
Membayang culas mengulas seisi kelas
Mengulur dusta demi hasil sempurna
Tak dapat kubayangkan
Kelak, kan berwajah apa negeri ini?
Saat seluruh kaki tangannya
tak lagi beretika
Saat ribuan tiang penyangganya
tak lagi kokoh bagai baja
Hati mereka kini susut
Aus oleh hasrat yang membelenggu dada
Terpenjara di balik bui ketamakan
Mengapa tak bertindak seadanya?
Nilai luhung bangsa ini
ialah ucap penuh fakta
Di mana para generasi bangsa
yang masih memegang teguh tradisi itu?
Keculasan dan dusta kini membudaya
Menjadi tradisi turun temurun dalam dinasti bangsa
Kejujuran semakin samar
Keculasan kini mengakar
Berserabut di balik gembur subur tanah negeri ini
Menjadi hama pribumi
yang kelak harus kubasmi
Elus dada untuk pertiwi
Yang kini melahirkan generasi sakti
Penghancur bumi dan masa depan negeri
Maret 2016
(Silpana Fauziah)
Suara bisik terdengar bergemersik
Dalam hening kebisuan wajah-wajah terpekik
Meneriak tak bersuara dari sudut ke sudut
Bercengkrama kecil dengan isyarat kening berkerut
Selayang pandang kuarahkan ke sudut kelas
Tatapan tajam bertameng wajah memelas
Merajuk sukmaku tuk perbuat tidak mereka
Esok yang ditunggu pun tiba
Sorak girang wajah mengiba
Miris melihat mereka berbangga-bangga
Dapati hasil digjaya buah ketidakjujuran
Sebuah angka fantastik buat mendelik mata ini
Membayang culas mengulas seisi kelas
Mengulur dusta demi hasil sempurna
Tak dapat kubayangkan
Kelak, kan berwajah apa negeri ini?
Saat seluruh kaki tangannya
tak lagi beretika
Saat ribuan tiang penyangganya
tak lagi kokoh bagai baja
Hati mereka kini susut
Aus oleh hasrat yang membelenggu dada
Terpenjara di balik bui ketamakan
Mengapa tak bertindak seadanya?
Nilai luhung bangsa ini
ialah ucap penuh fakta
Di mana para generasi bangsa
yang masih memegang teguh tradisi itu?
Keculasan dan dusta kini membudaya
Menjadi tradisi turun temurun dalam dinasti bangsa
Kejujuran semakin samar
Keculasan kini mengakar
Berserabut di balik gembur subur tanah negeri ini
Menjadi hama pribumi
yang kelak harus kubasmi
Elus dada untuk pertiwi
Yang kini melahirkan generasi sakti
Penghancur bumi dan masa depan negeri
Maret 2016