"SILUET DALAM SENJA"
(Silpana Fauziah)
Cakrawala jingga terpampang di angkasa
Melukiskan sebuah siluet di ufuk barat
Sesosok bayang yang tak kukenali wajahnya
Terlihat seraut senyum yang ia bagi padaku
Aku tak bergeming
Kembali kulayangkan pandangku
Kepada suasana senja yang begitu indah ini
Yang perlahan hilang ditelan dunia barat
Sang surya telah beranjak kembali ke singgasananya
Siluet itu masih memandangiku
Wajahnya kini suram
Senyuman manisnya raib bersama sang surya
Hal yang sama kudapati keesokan harinya
Tanpa sosok dan senyum beku itu
Seperti terhempas dan karam dalam lautan dukaku
Aku merindukannya
Siluet dalam balutan lembayung jingga
Riak ombak menderu memecah hening
Menerbangkan secarik memori dari masa lampau
Menggebu 'bak kepulan asap
yang menyesakkan dada
Kala sang malam hampir tiba
bersama kegelapannya
Kutertegun dibuai nyanyian senja
Tertiup bayu yang menghempas segala rasa
Siluet itu hadir kembali
menyerupai malaikat tak bersayap
di penghujung senja
Dia mengawasiku
Mengawasi setiap langkah kecilku
15 Jan 2016
Jumat, 15 Januari 2016
EDOGAWA BLOG'S
"SENANDUNG DALAM KEBISUAN"
(Silpana Fauziah)
Angkasa kelam kupandang tak kekangBerbincang bersama bintang-bintang
Termangu di bawah sinar rembulan
Bersama lantunan dzikir dedaunan
Suara jangkrik begitu nyaring terdengar
Membuat sepi malam ini menjadi samar
Terenyuh rasaku mendengarnya
Senandung kecil di balik pohon cemara
Mengalun indah sirnakan keheningan
Aku tersipu
Kala rembulan memandangiku
dengan senyum manisnya
Senyum sinis setengah mengiba padaku
Aku tertunduk
Sembari mengibaskan debu yang ada di depanku
Oh rembulan
Seperti debu inikah diriku?
hidup tak tentu tersapu sang bayu
Terombang ambing oleh riak ombak
Hanyut dalam sungai sepimu
kembali kudengar senandung itu
Membuat mataku terpejam
Bisu, dan hening seketika
Teringat akan kekhilafanku di masa lampau
Dosa-dosa tak bertuan
Kekufuran, kenistaan, kedurhakaan
Oh Tuhan yang menguasai malam ini
Betapakah aku kufur pada-Mu?
Mata berbinar seakan menyesal
Begitu meluapnya dosaku
Melimpah ruah menyesakkan jagat raya
Tuhan
Aku kufur
Aku khilaf
Aku alpa dari bermunajat kepada-Mu
Rengkuh aku dalam sujudku
Tersedu-sedu dalam tidur lelapku
Maafkan, Tuhan
Kau hadirkan malaikat-Mu
Dalam renungan bisu
Kutersentak akan kekhilafanku
Dalam kebisuan pekat sang malam
Kau wahyukan hidayah-Mu
15 Jan 2016
Langganan:
Postingan (Atom)