Jumat, 19 Agustus 2016

EDOGAWA BLOGS

"TERBALUT KELABU"
(Silpana Fauziah)

Embun membasahi seluruh lorong hati ini
Menyusuri jalanan setapak di dada
Kutemui sebuah nama tak bertuan
Terbesit rasa rindu padanya

Sang camar berbisik mesra padaku
Diiringi para bayu yang mengalunkan nada sendu
Cakrawala berbalut kelabu
Selaras dengan hati yang lara menggerutu

Aku termangu
Dalam kesemuan bayang yang menghantuiku
Aku disini
Menanti waktu dalam cemburu

Oh angin
Bawalah sang surya ke pangkuanku
'Tuk membuat luluh hati yang membeku
Mendera jiwa hempas dalam senyum beku

Kembali kumenggerutu
Menjerit hingga menyibak debu
Meraung dengan lolongan keras menantang cakrawala kelabu
Burung-burung menatapku heran
Memandangiku sembari bertengger di ranting pepohonan

Hening dan sepi tercipta
Ketika kutangisi wajah lugunya
Oh Tuhan
Betapakah kugila akan hal ini?
Kemanakah surya-Mu itu?
Kelabu abadi tak bertuan ini menyiksaku

Lalu aku bersujud
Menciumi rumputan padang ini
Sejenak memejamkan mata
"Kelabu tak mengiba padaku"


Maret 2016