SAYAP-SAYAP PERTIWI
(Silpana Fauziah)
Di tengah hangat mentari Senin pagi
Di antara senandung puji teruntuk pertiwi
Sang saka kibarkan kharisma bangsa
Lewat kumandang nyanyian "Indonesia raya"
Kubusungkan dada dengan tegap hormat penuh bangga
Tak terhitung nyawa berkorban atas namamu
Bertumpah darah
demi tertancapnya panji merdekamu
Usiamu kini merangkak menuju satu abad
Telah kau lahirkan beragam prestasi anak-anak pertiwi
lewat keindahan budaya negeri
lewat kecemerlangan sang putera puteri
membawa kau ke puncak popularitas
menyebar kharisma kejayaan sebuah bangsa
Perjalananmu kini kembali tersandung onak duri
Prahara alam mengguncang tubuh rentamu
Memporak porandakan tiang-tiang kehidupan
Menyisakan puing-puing kepedihan
yang berujung ketidakpastian
Hiruk pikuk anak-anak negeri
Yang meneriakkan ketidakadilan
saling caci sesama teman
saling cakar sesama sejawat
saling terjang sesama anak bangsa
Menoreh luka di tubuh penatmu
Jangan takut ibu pertiwiku
Tak kan kubiarkan luka terus menganga di tubuhmu
Tak kan kubiarkan tetesan tangis mengucur di wajahmu
Tak kan kubiarkan tubuhmu limbung diguncang prahara
Akulah sanggaanmu
Tangan-tangan mungil
Yang akan menopang tubuh rapuhmu
Akulah garudamu
Dengan sayap-sayap mengembang
Tak kan biarkan kibaran benderamu lemah terkulai
Maret 2016
(Silpana Fauziah)
Di tengah hangat mentari Senin pagi
Di antara senandung puji teruntuk pertiwi
Sang saka kibarkan kharisma bangsa
Lewat kumandang nyanyian "Indonesia raya"
Kubusungkan dada dengan tegap hormat penuh bangga
Tak terhitung nyawa berkorban atas namamu
Bertumpah darah
demi tertancapnya panji merdekamu
Usiamu kini merangkak menuju satu abad
Telah kau lahirkan beragam prestasi anak-anak pertiwi
lewat keindahan budaya negeri
lewat kecemerlangan sang putera puteri
membawa kau ke puncak popularitas
menyebar kharisma kejayaan sebuah bangsa
Perjalananmu kini kembali tersandung onak duri
Prahara alam mengguncang tubuh rentamu
Memporak porandakan tiang-tiang kehidupan
Menyisakan puing-puing kepedihan
yang berujung ketidakpastian
Hiruk pikuk anak-anak negeri
Yang meneriakkan ketidakadilan
saling caci sesama teman
saling cakar sesama sejawat
saling terjang sesama anak bangsa
Menoreh luka di tubuh penatmu
Jangan takut ibu pertiwiku
Tak kan kubiarkan luka terus menganga di tubuhmu
Tak kan kubiarkan tetesan tangis mengucur di wajahmu
Tak kan kubiarkan tubuhmu limbung diguncang prahara
Akulah sanggaanmu
Tangan-tangan mungil
Yang akan menopang tubuh rapuhmu
Akulah garudamu
Dengan sayap-sayap mengembang
Tak kan biarkan kibaran benderamu lemah terkulai
Maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar