"DI UJUNG SENJA"
(Silpana Fauziah)
Lambat laun
Kau kian renta
Temaram di ufuk kemodernan
Aku tak mengerti
Seberapa sakti teknologi
yang buat kita jatuh hati
Yang membuat kita berpaling darimu
Kau suguhkan keindahan
Yang tersirat lewat tarian
Yang terlukis lewat goresan
Yang terukir lewat pahatan
Yang tertata dari pakaian
Namun itu bukanlah keabadian
Karena arus modernitas
Telah menyeret kita jauh darimu
Biarkan aku
Menjadi tongkat penyanggamu kelak
Yang akan membuatmu abadi dengan kerentaanmu
Yang akan melahirkanmu kembali dari masa tuamu
Biarkan aku
Menjadi tulang rusukmu yang dulu telah rusak
Tercabik-cabik oleh keganasan zaman
Yang akan menopangmu tuk berdiri
Yang akan mencegah datangnya kepunahan jauh hari
Mungkin saat ini
Perlahan engkau terbenam di ujung senja
Tapi esok
kau akan kembali terbit
menjadi cahaya paling terang di langit
Juni 2015
(Silpana Fauziah)
Lambat laun
Kau kian renta
Temaram di ufuk kemodernan
Aku tak mengerti
Seberapa sakti teknologi
yang buat kita jatuh hati
Yang membuat kita berpaling darimu
Kau suguhkan keindahan
Yang tersirat lewat tarian
Yang terlukis lewat goresan
Yang terukir lewat pahatan
Yang tertata dari pakaian
Namun itu bukanlah keabadian
Karena arus modernitas
Telah menyeret kita jauh darimu
Biarkan aku
Menjadi tongkat penyanggamu kelak
Yang akan membuatmu abadi dengan kerentaanmu
Yang akan melahirkanmu kembali dari masa tuamu
Biarkan aku
Menjadi tulang rusukmu yang dulu telah rusak
Tercabik-cabik oleh keganasan zaman
Yang akan menopangmu tuk berdiri
Yang akan mencegah datangnya kepunahan jauh hari
Mungkin saat ini
Perlahan engkau terbenam di ujung senja
Tapi esok
kau akan kembali terbit
menjadi cahaya paling terang di langit
Juni 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar